Iklan

Tuesday, March 2, 2021

Memilih tempat tinggal rumah/apartemen

Memilih tempat tinggal bukanlah hal yang sepele karena rumah adalah tempat dimana kita merasa nyaman dan tempat untuk beristirahat. Kini banyak pilihan dimana kita mau bertempat tinggal, mau rumah atau apartemen. Saya sudah mencicipi beberapa tempat tinggal sehingga bisa mengetahui suka dukanya, positif negatifnya. 

Berikut ulasan saya:
1. Rumah ortu
Di saat kita kecil biasanya kita tinggal sama ortu. 
Hal positif tinggal di rumah ortu:
1. ada yang merhatiin, masakin, jaga dll.
2. semua tersedia ga perlu pusing beli apapun maupun bayar apapun atau keluar biaya apapun.
 
Hal negatifnya:
1. biasanya disuruh-suruh atau setidaknya sadar diri untuk membantu ortu.
2. kena omelan
3. gerakan terbatas
4. rame
5. biasanya ada masanya kalau sudah besar/menikah biasanya keluar dari rumah
 
2. Rumah di pinggir jalan
Hal positif:
1. bisa untuk usaha
2. biasanya banyak tersedia kebutuhan di sekitar
3. ga sepi
4. ada yang bisa dilihat
5. tetangga cuek
 
Hal negatif:
1. berisik
2. kotor dan berdebu
3. keamanan harus bagus
4. tetangga cuek 
5. kadang dimintai sumbangan
 
3. Tinggal di perumahan
Hal positif:
1. Biasanya ada komunitas jadi bisa usaha, nambah teman dll.
2. keamanan terjaga karena biasanya ada satpam di setiap kompleks/cluster dan gerbang masuk diawasi. Biasanya ga perlu masang pagar di perumahan
3. kadang ada clubhouse maupun fasilitas perumahan yang bisa digunakan dengan gratis seperti taman, lapangan basket, dll. 
4. bisa menyalurkan hobi seperti berkebun, dll.
 
Hal negatif:
1. rumah berdekatan jadi terkadang berisik dan terganggu oleh tetangga
2. bisa terkena banjir atau mati lampu atau putusnya aliran air 
3. pembuangan sampah, lingkungan bergantung pada pengelola perumahan

4. Apartemen
Hal positif:
1. cocok untuk yang belum bekeluarga atau belum memiliki anak, yang ingin praktis dan mudah.
2. biasanya di pusat kota jadi mudah kemana-mana
3. mudah membersihkan
4. biasanya ada fasilitas apartemen yang bisa digunakan dengan gratis seperti tempat fitness, kolam renang, 
5. ada fasilitas lift
6. mau ke minimarket, laundry, jual makanan biasanya ada di sekitar apartemen
7. bisa nitip paket di lobby/resepsionis kalau tidak di rumah
8. keamanan terjaga 
9. hampir tidak pernah mati lampu/mati air
10. tetangga cuek 
11. sampah akan dibuang setiap hari bahkan 2x sehari.
 
Hal negatif:
1. terbatasnya ruang, terkadang susah melakukan aktifitas seperti berkebun, memasak dll, berjualan.
2. biasanya di tempat tinggi sehingga kalau gempa bumi atau kebakaran cukup riskan.
3. tidak cocok untuk bumil, bekeluarga, sakit atau lansia
4. tetangga cuek
5. akses keluar masuk agak susah misal untuk renovasi, pindah rumah, angkat perabot besar, reparasi dll.
6. menunggu lift lama dan harus berdesakan dan antri.
 
5. Kos
Hal positif:
1. tergantung kosnya biasanya sudah termasuk perabotan, ac dan nasi bahkan laundry sehingga mempermudah. 
2. biasanya di pusat kota, dekat dengan tempat sekolah/kerja.
3. cocok untuk anak sekolah, kerja meski ada kos untuk suami istri.
4. tidak perlu pusing dengan kerusakan yang ada di rumah, tinggal lapor saja ke penjaga/ibu/bapak kos.
 
Hal negatif: 
1. terkadang ada jam malam dan tidak bisa menerima banyak tamu 
2. terkadang kamar mandi harus antri
3. kulkas dan dapur berbagi.
4. terkadang privasi agak kurang
 
6. Shared room 
Biasanya ini ada di luar negeri jadi seperti beberapa kamar disewakan menjadi satu ruangan besar. Jadi dalam satu rumah ada beberapa ruangan besar yang disewakan. Seperti rumah kontrakan tapi ini bertingkat.
Hal positif:
1. Perbaikan biasannya ditangani penjaga/pemilik rumah
2. ada yang sudah lengkap dengan perabotan
3. terkadang sudah ada fasilitas mesin cuci, ruang hobby
 
Hal negatif:
1. jarang yang ada liftnya jadi harus naik tangga 
2. harus giliran bersihin rumah
3. kamar mandi dan dapur jadi satu
4. privasi agak kurang
5. tidak bisa berkebun
 


 
 

 

Monday, February 8, 2021

Mengatasi anemia

Mengatasi anemia

Anemia adalah kekurangan darah ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tubuh tidak mendapat cukup oksigen. Tanda-tanda anemia adalah mudah lelah, lemas, sakit kepala, pusing, sering mengantuk, detak jantung tidak teratur, nafas pendek, nyeri dada, kaki dan tangan dingi dan wajah, bibir dan bawah mata pucat. Untuk memastikan bisa melakukan tes darah hemoglobin.

Anemia bisa terjadi sementara atau jangka panjang dengan tingkat ringan sampai berat. Untuk mengatasi anemia bisa dengan konsumsi suplemen zat besi atau transfusi untuk anemia berat dimana hemoglobin jauh di bawah normal.

Anemia bisa terjadi karena kekurangan zat besi dan pada ibu hamil biasanya harus lebih sering terkena anemia dan bisa dicegah dengan meminum suplemen yang mengandung zat besi, asam folat dan vitamin b12. Selain itu anemia bisa terjadi karena pendarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam jangka waktu panjang atau seketika. Penyebabnya bisa karena terluka, wasir, radang lambung, kanker usus, menstruasi berat, atau efek samping obat atau cacingan. Selain itu bisa juga karena kerusakan sumsum tulang belakang yang diduga dipicu oleh infeksi, penyakit autoimun, akibat paparan zat kimia beracun serta efek samping obat antibiotik dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis.

Anemia bisa diturunkan dari orang tua atau didapatkan dari lahir, atau bisa karena efek samping obat paracetamol, penisilin, obat anti malaria. Anemia bisa juga tejadi karena penyakit ginjal, kanker dan HIV/AIDS, Thalasemia.

Untuk mengetahui kemungkinan penyebab anemia agak sulit dan diperlukan berbagai tes. Pengalaman saya menderita anemia juga dokter tidak mengetahui penyebab saya tiba-tiba mengalami anemia dan harus melakukan transfusi darah. Bahkan setelah transfusi darah, darah saya belum juga normal dan tidak naik terlalu banyak. Setelah itu saya hanya diberi resep obat asam folat entah mengapa saya juga tidak tahu mengapa tidak diberi suplemen zinc atau obat penambah darah seperti hemaviton.

Untuk menambah darah saya banyak dianjurkan saya mengkonsumsi jus jambu merah dan makan hati ayam.